Program hiburan pelacakan sejarah baru 'Sherlock Pelacak Waktu' memikat pemirsa dengan membuka geopolitik internasional terkini yang paling panas sejak tayang perdana melalui pendekatan historis.
'Sherlock Pelacak Waktu' SBS Plus yang ditayangkan pertama kali pada tanggal 14 lalu menyoroti kembali latar belakang perang Amerika-Iran. Mulai dari era Kekaisaran Persia Kuno yang menjadi akar Iran, memperkenalkan pencapaian Raja Cyrus yang Agung, kemudian membedah titik balik sejarah modern seperti 'Operasi Ajax' CIA Amerika dan 'Insiden Sandera Kedutaan Besar Amerika di Iran', program berhasil mengungkap latar belakang kedua negara menjadi musuh abadi secara multidimensi. Tayangan hari itu mencatat rating tertinggi rumah tangga 0,7% dan rating target tertinggi 0,4%, mendapat respons positif.
Di pusat diskusi sejarah adalah MC utama Jang Hang-jun. Jang Hang-jun membuat analogi bahwa "Raja Cyrus yang Agung seperti kombinasi Raja Gwanggaeto dan Raja Sejong dari negara kami", dan mengenai strategi blokir 'Selat Hormuz' Iran, dia mengatakan "terasa seperti permainan ayam", memimpin siaran dengan stabil melalui pertanyaan yang sesuai dengan tingkat pemahaman pemirsa dan interpretasi yang tajam.
Performa MC lainnya seperti Bong Tae-gyu, Shin A-young, dan Sun Kim juga menonjol. Bong Tae-gyu menunjukkan gaya bercakap yang cerdas dengan mengatakan tentang Aleksander Agung yang terpesona dengan budaya Persia sebagai "jatuh cinta pada interior Persia", sementara Shin A-young dengan latar belakang kelulusan Sejarah Harvard, menunjukkan perspektif luas dan menunjuk tajam contoh intervensi rezim luar negeri Amerika. Sun Kim memicu minat dengan mengungkap berbagai cerita di balik layar sejarah.
Dukungan dari bintang tamu khusus dan para ahli juga bersinar terang. Aktor Lee Sang-yeop, sebagai pemegang sertifikat tingkat 1 ujian kemampuan sejarah Korea, menyampaikan budaya Persia yang menyebar di Silla Terpadu, sementara penjelasan dari Profesor Park Hyun-do, ahli Timur Tengah, dan model Hoda Niku asal 'Miss Iran' menambah kedalaman. Terutama Hoda Niku menarik perhatian dengan mengungkapkan perasaan menyedihkan masyarakat Iran terhadap situasi saat ini, mengatakan "jika uang dan energi untuk berperang dengan negara-negara tetangga digunakan untuk rakyat, akan hidup lebih baik".
'Sherlock Pelacak Waktu' merobohkan anggapan bahwa hiburan sejarah sulit dengan menjelaskan geopolitik internasional saat ini secara mudah dipahami melalui alur sejarah. Program tayang setiap Selasa pukul 22:30 di SBS Plus.




